Sudah Pipa HDPE, tapi Tetap Bocor? Ini Penyebabnya

Sudah Pipa HDPE, tapi Tetap Bocor? Ini Penyebabnya. Popularitas pipa HDPE di dunia perpipaan Indonesia memang sedang berada di puncaknya. Ini dapat dimengerti karena kualitas HDPE sebagai media saluran memang dapat dikategorikan sebagai yang terbaik, sehingga bahkan digunakan tidak hanya untuk air, tapi juga minyak, gas, air panas, hingga serat optik. Sifat materialnya yang termoplastik, tahan tekanan, kuat serta lentur, menjadikan HDPE ini favorit bagi banyak pengembang dan pengusaha maupun pengguna eceran. Bahkan 99,99% dapat dijamin, bahwa selama rumah Anda menggunakan pipa jenis ini, tidak akan pernah terjadi kebocoran.

Pipa HDPE

Pipa HDPE

Kalau Sudah Menggunakan HDPE tapi Tetap Bocor, Bagaimana?

Pipa HDPE memiliki massa jenis dan kepadatan yang sangat tinggi sehingga kuat serta lentur sampai dapat dapat dibengkokkan tanpa mengalami retak dan kebocoran. Kalau sampai sudah menggunakan pipa ini tapi tetap bocor, kemungkinan penyebabnya ada 2 hal, yaitu: teknik menyambungnya tidak betul/gagal, atau pipa HDPE yang Anda gunakan palsu alias KW.

Kalau Anda sudah menggunakan pipa HDPE di rumah Anda, mungkin Anda memahami bahwa penyambungan pipa HDPE tidak menggunakan lem seperti pada pipa PVC biasa, tapi menggunakan teknik peleburan, entah dengan listrik, las, dan sebagainya. Setelah peleburan, pipa akan disambungkan dan menjadi menyatu seolah-olah bukan terdiri  atas 2 pipa yang berbeda lagi. Oleh karena itu tingkat kebocorannya juga sangat minim. Akan tetapi, teknisi yang kurang ahli mungkin saja gagal dalam menyambungkannya sehingga terjadi gap yang dapat menjadi jalan rembesan air ke luar pipa. Inilah penyebab pertama kenapa bahkan sudah menggunakan pipa HDPE, tapi tetap saja bocor.

Penyebab kedua kenapa tetap terjadi  kebocoran  meski sudah menggunakan HDPE adalah kemungkinan karena pipa HDPE yang Anda gunakan KW alias palsu. Popularitas HDPE yang sedemikian rupa di perpipaan Indonesia, serta harga pipa HDPE yang relatif lebih tinggi dibandingkan pipa PVC biasa, menjadikan munculnya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memalsukan keasliannya. Yang membuat menjadi lebih sulit adalah tidak ada cara cepat untuk mengidentifikasi dan membedakan antara mana yang asli dan mana yang palsu secara langsung kasat mata. Karena ciri warna, logo, dan ciri visual lainnya benar-benar serupa. Satu-satunya cara membedakannya adalah dengan menggunakannya.

Pertama, jika Anda menemukan kesulitan saat membuka gulungan pipa HDPE, Anda patut curiga. Karena HDPE yang asli bersifat lentur, mudah diluruskan lagi bahkan setelah diangkut dalam bentuk gulungan. Kedua, meskipun HDPE memiliki kepadatan yang sangat tinggi, ia terbuat dari karbon termoplastik yang sangat ringan. Jadi, jika pipa yang Anda beli memiliki berat yang tidak normal, itu dapat menjadi indikasi awal apakah pipa tersebut asli atau palsu.

Ketiga, Anda dapat memukulnya tanpa ragu-ragu dengan balok kayu, dan pipa HDPE tidak akan retak. Keempat, material ini sangat tahan panas hingga suhu 2200 C baru meleleh. Jadi, ketika Anda membiarkan pipa ini di bawah cahaya matahari siang (sekitar 500 – 700 C) dan mendapati bau tidak sedap semacam plastik terbakar, ini adalah indikasi yang kuat bahwa barang tersebut palsu.

Ada beberapa lagi cara lainnya, intinya Anda perlu mengecek klaim dari pipa HDPE ini sebagai tahan panas, tahan tekanan, tahan bahan kimia, serta kekuatan dan kelenturannya. Jika Anda menemukan keanehan, jangan ragu bertanya  kepada distributor pipa HDPE yang Anda menjadi pelanggannya. Ini wajar lah, mengingat harganya yang relatif  lebih tinggi  daripada PVC biasa, Anda layak mendapatkan pelayanan yang memuaskan.