Definisi P2P Lending dan Tips Aman Untuk Pinjam Uang DI P2P Lending

Peer to peer (p2p) lending memang masih asing terdengar di telinga masyarakat. Memang kehadiran dari p2p masih baru sehingga masih belum banyak yang mengenalnya termasuk oleh investor atau debitur. Namun sudah banyak start up yang mengembangkan platform p2p. 

Adapun definisi dari p2p adalah 

1.       P2p lending adalah Suatu kegiatan pinjam meminjam perseorangan. Bentuk ini juga sudah lama berjalan, dan kebanyakan dalam perjanjian informal. 

2.       P2p lending adalah metode memberikan pinjam uang pada individu atau suatu bisnis dan sebaliknya. Bisa juga dengan mengajukan sebuah pinjaman dan menghubungkan kedua belah pihak dengan sistem pinjaman online. 

3.       P2p adalah sebuah kegiatan perusahan dalam menjadi sebuah wadah tempat bertemunya investor dengan calon peminjam. 

Intinya p2p adalah sebuah wadah platform menggunakan bantuan teknologi informasi sebagai layanan pinjam meminjam uang dengan aman dan mudah. didalamnya terdapat sarana peminjam untuk mencari dan melakukan proses pinjam meminjam online. 

Metode pinjam uang ini memang semakin marak, mengingat tidak membutuhkan proses yang lama untuk mencairkan uang. Waktu yang dibutuhkan sangat siang dan dana bisa langsung cair. 

Sistem p2p lending 

P2p lending memiliki 2 fungsi utama antara lain:

1.       Wadah bertransaksi bagi Anda yang ingin meminjam sejumlah uang misalnya untuk mengembangkan bisnis. 

2.        Sarana investasi bagi Anda yang meminjamkan dana atau investor. 

Terdapat 2 pihak yang melakukan aktivitas dalam proses pinjaman online p2p yaitu peminjam dan pendana atau investor. 

1.       Anda yang menginvestasikan dana pada p2p lending disebut sebagai pihak pendana. Sebagai pihak pendana Anda akan memperoleh akses untuk mengetahui dan menelusuri data pengajuan pinjaman yang ada misalnya informasi pengajuan pinjaman seperti tujuan peminjaman, riwayat keuangan, pendapatan, dan masih banyak lagi. jika Anda telah menemukan peminjam yang mengajukan pinjaman yang sesuai dengan Anda dan setuju untuk melakukan investasi dana, maka proses dapat langsung terjadi saat terjadi deposit sesuai dengan tujuan dari investasi Anda. 

Uang yang telah Anda investasikan akan dikembalikan setiap bulan dalam bentuk angsuran yang terdiri dari komponen pokok utang serta bunga yang disepakati. 

2.        Peminjam 

Peminjam harus menyiapkan dan mengunggah persyaratan dokumen untuk mengajukan pinjaman online yaitu identitas diri, alasan meminjam, dan laporan keuangan dalam waktu tertentu. Proses peminjaman Anda bisa saja ditolak atau diterima. Jika pinjaman Anda ditolak, maka Anda harus memperbaiki hal yang menyebabkan terjadinya penolakan. Selanjutnya jika pinjaman Anda diterima, maka akan langsung ditentukan besaran suku bunga dan pengajuan akan diunggah ke marketplace. Sedangkan marketplace adalah sebuah sarana untuk mempermudah pendana melihat pengajuan pinjaman yang ada. 

Dalam p2p lending memiliki perjanjian yang tertulis tentang besaran dana yang dipinjam dari pendanaan dan kewajiban yang harus dilakukan peminjam supaya mengembalikan pinjaman. Oleh sebab itu seluruh pihak, baik pendana dan peminjam harus memberikan informasi yang detail dan rinci sesuai dengan kesepakatan. 

Kelebihan dan kekurangan p2p 

Sebelum mulai berinvestasi atau mengajukan pinjaman ke p2p lending. Sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari p2p lending. Kesimpulan dari kelebihan dan kekurangan p2p adalah dirasa belum aman bagi debitur. 

Tips aman pinjam uang di p2p lending 

Jika Anda tertarik untuk pinjam uang di p2p lending, tapi masih sedikit merasakan keraguan. Berikut adalah tips aman pinjam uang di p2p lending antara lain:

1.                   Perusahaan terdaftar di OJK

Banyak hingga terdapat ratusan platform bergelut dalam bidang p2p lending. Tapi kenyataannya hanya beberapa saja yang terdaftar dalam otoritas jasa keuangan atau OJK. Oleh sebab untuk menghindari terjadinya hal terburuk, maka OJK menyarankan untuk melakukan transaksi pinjam uang secara online ini hanya pada perusahaan yang terdaftar di OJK. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda bisa langsung melaporkannya pada OJK. 

2.             Mengajukan sesuai kebutuhan 

Barang orang tidak berpikir saat mengajukan pinjaman online. Masyarakat kebanyakan masih salah persepsi atas istilah kredit atau pinjaman. Mereka yang tidak tahu menganggap bahwa  kredit adalah menggunakan uang sesuai keinginan tanpa harus dikembalikan. Akhirnya tidak memikirkan kemampuan diri untuk dapat membayar tagihan dan terjerat hutang yang berkepanjangan. Untuk itu bagi pengaju pinjaman sebaiknya mengajukan pinjaman sesuai yang dibutuhkan saja.  Dengan begitu Anda akan menjadi debitur atau peminjam dana yang bertanggung jawab. Dampak baik lainnya adalah Anda akan mempunyai citra yang baik di mata bank. Dengan begitu Anda akan lebih mudah mendapatkan kredit kedepannya. 

3.             Ketahui syarat dan ketentuan dengan jelas

P2p tidak melibatkan lembaga atau pihak bank. Sehingga setiap platform bia mempunyai ketentuan dan syarat yang berbeda-beda. Contohnya adalah ketentuan bunga, denda pinjaman, platform pinjaman, dan lain sebagainya. Hal ini juga guna meminimalisir terjadinya kerugian. 

4.             Lunasi tepat waktu 

Pinjaman online ini bekerja dengan sistem bunga sehingga keterlambatan yang tinggi juga akan menjadikan bunga semakin banyak dan sangat berbahaya untuk riwayat keuangan Anda nantinya. Oleh karena itu Anda harus melakukan transaksi yang sesuai dengan kemampuan saja. Lunasi juga tagihan setiap bulan secara teratur dengan tagihan penuh. Terlambat atau lupa membayar tagihan juga akan mempengaruhi jumlah hutang dan riwayat kredit yang Anda miliki. Jika Anda terlambat membayar tagihan Anda akan mendapatkan konsekuensi yaitu menumpuknya utang atau kredit, mendapat biaya denda atau bunga karena terlambat membayar, dam mempengaruhi riwayat kredit jangka panjang sehingga sulit untuk mendapatkan kredit lagi.